Real Madrid Punya Catatan Buruk Ketika Lawan Tim Britania Raya Di Final Kompetisi Eropa

Real Madrid

Real Madrid yang kini masih berstatus sebagai juara bertahan akan menghadapi perlawanan Liverpool di final Liga Champions musim ini. Sepanjang sejarah mencatat bahwa Los Blancos memiliki rekor buruk ketika menghadapi tim Britania Raya di partai puncak kompetisi Eropa. Dimana, mereka tidak pernah sekalipun keluar sebagai pemenang.

Real Madrid

Real Madrid memiliki rekor buruk ketika melawan tim Britania Raya di final kompetisi Eropa

Pasukan Zinedine Zidane kembali berhasil melaju hingga ke partai puncak untuk ketiga kalinya secara beruntun. Mereka sukses menyingkirkan raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen dengan agregat akhir 4-3. Leg pertama, menang 2-1 dan bermain imbang 2-2 di leg kedua.

Dua final di musim sebelumnya berhasil mereka menangkan. Dan menjadikan mereka sebagai tim pertama di era Liga Champions yang mampu mempertahankan trofi juara secara beruntun. Di musim ini, mereka akan menantang The Reds.

Tim arahan Jurgen Klopp secara mengejutkan mampu melangkah hingga ke partai final. Mereka mampu mendepak tim kejutan lainnya, AS Roma dengan agregat ketat, 7-6 di babak semifinal.

Bagi Madrid, laga melawan Liverpool akhir pekan nanti akan menjadi yang keempat mereka berjumpa dengan tim asal Britania Raya di laga final kompetisi Eropa. Di tiga partai puncak sebelumnya, mereka tidak sekalipun meraih kemenangan.

Pertemuan pertama bersua tim Britania Raya terjadi ketika menghadapi perlawanan Chelsea di partai final Piala Winners musim 1970/1971. Pada era tersebut, masih diberlakukan sistem replay jika laga berakhir dengan hasil imbang.

Hasilnya, Madrid bermain imbang 1-1 atas Chelsea. Masing-masing gol tersebut diciptakan oleh Zoco dan Peter Osgood. Kemudian di laga replay, mereka kalah 1-2 setelah gol Osgood dan John Dempsey hanya mampu dibalas satu gol lewat Sebastian Fleitas.

Sepuluh tahun kemudian, final kedua kontra tim Britania Raya kembali terjadi. Pada laga final Piala Champions yang kini telah berubah menjadi Liga Champions di musim 1980/1981, Madrid harus takluk dengan tangan Liverpool dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol yang tercipta pada laga tersebut dicetak oleh Alan Kennedy.

Sementara final ketiga tersaji kala melawan Aberdeen di partai puncak Piala Winners musim 1982/1983. Los Galacticos kembali mengalami kekalahan 1-2. Walaupun sempat membuat laga terpaksa berlanjut ke babak pertambahan waktu, setelah Erick Blacs mampu membalas gol penalti Juanito. Namun John Hewitt menjadi pahlawan kemenangan usai melesakkan bola ke gawang Madrid di menit ke-112.

Statistik memanglah statistik. Namun ini dapat menjadi motivasi lebih bagi skuat Liverpool untuk kembali memperpanjang catatan buruk milik Madrid ketika melawan tim Britania Raya di final kompetisi Eropa, pada hari Minggu, 27 Mei 2018 dini hari WIB nanti. Laga itu sendiri berlangsung di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina.

LIVERPOOL JADI TIM TERAKHIR YANG KALAHKAN REAL MADRID DI FINAL LIGA CHAMPIONS

Liverpool

Liverpool jadi tim terakhir yang mampu mengalahkan Real Madrid di final kompetisi Eropa

Memang banyak sekali prediksi final Liga Champions yang menjagokan Real Madrid dibandingkan Liverpool. Mengingat tim arahan Zidane merupakan tim bertahan dan memiliki skuat yang lebih baik dibandingkan sang lawan. Namun bukan berarti bahwa The Reds akan diam begitu saja.

Terlebih lagi, Liverpool merupakan tim terakhir yang mampu mengalahkan Real Madrid di final Liga Champions. Itu terjadi di musim 1980/1981 ketika masih menggunakan format lama dan masih bernama Piala Champions.

Saat itu, The Reds diperkuat oleh beberapa pemain ternama. Diantaranya Phil Thompson, Graeme Souness, Alan Hansen dan Kenny Dalgish. Mereka mampu mengalahkan Madrid dengan skor tipis 0-1 yang dihuni oleh Santillana, Juanito, Uli Stielike, Jose Antonio Camacho dan Vicente del Bosque.

Itu adalah satu-satunya pertemuan antara Liverpool kontra Real Madrid di final kompetisi Eropa. Secara total, kedua tim telah bertemu sebanyak lima kali dengan Liverpool unggul 3-2 atas Madrid. Lantas, apakah mampu Liverpool kembali mengulang sejarah tersebut di akhir pekan nanti.